Senin, 07 Desember 2015

Contoh Tabel Normalisasi Bagian Payroll

NORMALISASI

Tabel Unormalisasi

ID GAJI
JUMLAH
GAJI
ID BAGIAN
NAMA
BAGIAN
E01
1.500.000
B01
B02
SOPIR
TICKETING
E02
2.000.000
B03
B04
GUIDE
HOTEL RESERVASI

  • Tabel diatas merupakan table unormalisasi yang berisi ID GAJI, JUMLAH GAJI, ID BAGIAN, NAMA BAGIAN. Pada table tersebut dapat dilihat masih adanya atribut yang bernilai ganda yaitu pada kolom ID BAGIAN, oleh sebab itu perlu melakukan normalisasi sehingga nilai ganda tersebut menghilang.


Tabel Normalisasi Pertama

ID GAJI
JUMLAH
GAJI
ID BAGIAN
NAMA
BAGIAN
E01
1.500.000
B01
SOPIR
E01
1.500.000
B02
TICKETING
E02
2.000.000
B03
GUIDE
E02
2.000.000
B04
HOTEL RESERVASI

  • Tabel di atas merupakan table normal tahap pertanama(1NF). Dimana pada table tersebut masing-masing atribut sudah terurai dan tidak ada lagi atribut yang memiliki nilai ganda.Yang menjadi kunci primer pada table di atas adalh ID GAJI dan IDBAGIAN


Tabel Normalisasi Kedua

Entitas Gaji

ID
GAJI
JUMLAH
GAJI
E01
1.500.000
E02
2.000.000

Entitas Bagian

ID
BAGIAN
NAMA
BAGIAN
B01
SOPIR
B02
TICKETING
B03
GUIDE
B04
HOTEL RESERVASI

  • Tabel di atas adalah tabel normal tahap ke dua(2NF). Dimana pada table tersebut sudah tidak memiliki dependensi parsial. Dependensi parsial tersebut diubah menjadi relasi dimana primary key sebagai determinannya. Dengan mengubah dependensi yang terkait langsung dengan primary key sebagai relasi tersendiri dan primary key pada relasi tersebut adalah primary key pada relasi semula.


Tabel Normalisasi Ketiga

ID DETAIL
ID
GAJI
ID
BAGIAN
01
E01
B01
02
E01
B02
03
E02
B03
04
E02
B04

GAJI (ID DETAIL, ID GAJI, JUMLAH GAJI)
BAGIAN (ID BAGIAN, NAMA BAGIAN, ID DETAIL)

  • Tabel di atas merupakan table normal tahap ke 3 dimana pada table tersebut sudah tidak mengandung dependensi transitif, dan primary key pada tiap-tiap table pada tahap ke dua menjadi foreign key pada table tahap 3 NF

Algoritma Mencari Bilangan Prima


1.    Algoritma dengan Bahasa Natural

1.       Deklarasi variable FAKTOR = 0.


2.       Masukkan bilangan bulat positif BILANGAN.


3.       Proses looping A=1 sampai dengan BILANGAN:
·         Jika BILANGAN modulus A sama dengan 0, tambah 1 nilai variabel FAKTOR.
·         Lanjutkan looping.

4.       Jika variabel FAKTOR = 2, cetak “Bilangan Prima.” Jika tidak, cetak “Bukan Bilangan Prima”.

5.       Selesai.


2.    Algoritma dengan Flowchart



3. Kode Program

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
#include<stdio.h>
main()
{
   int bilangan, faktor=0, a;

   printf("Masukkan bilangan bulat positif: ");
   scanf("%d", &bilangan);

   for (a=1; a<=bilangan; a++)
   {
      if (bilangan%a == 0)
      {
         faktor++;
      }
   }

   if (faktor == 2)
   {
      printf("%d adalah Bilangan Prima.", bilangan);
   }
   else
   {
      printf("%d bukan Bilangan Prima.", bilangan);
   }
   getch();
}

4. Tampilan


Abstract Data Type (ADT)

Pengertian ADT
ADT adalah tipe data tertentu yang didefinisikan oleh pemrogram untuk kemudahan pemrograman serta untu kmengakomodasi tipe-tipe data yang tidak secara spesifik diakomodasi oleh bahasa pemrograman yang digunakan. Perbedaan ADT dengan struktur data adalah Struktur data hanya memperlihatkan bagaimana data-data di organisir, sedangkan ADT bercakupan lebih luas, yaitu memuat/mengemas struktur data tertentu sekaligus dengan operasi-operasi yang dapat dilakukan pada struktur data tersebut.

Fungsi ADT adalah untuk

  • Untuk efisiensi.
  • Membantu dalam mendapatkan komponen yang bisa digunakan berkali-kali.
  • Dalam para digma object-oriented digunakan untuk mendukung enkapsulasi, penyembunyian informasi (information-hiding) dan abstraksi.
  • Terdapat banyak tipe dari struktur data diantaranya : list, stack, queue, dll. Masing-masing memiliki performa yang berbeda pada situasi tertentu. Programmer yang baik tau kapan harus menggunakan struktur data tersebut pada situasi yang tepat.


Impementasi ADT dalam bentuk stack

Berikut adalah contoh kode program dalam Bahasa C yang mengimplementasikan konsep stack. Pada program ini, user disuguhi beberapa menu utama yang akan dipilih oleh user. Menu pertama, “Cek kondisi stack” akan melakukan pengecekan terhadap kondisi stack. Menu kedua, “Tambah data” akan melakukan pengisian sebuah nilai ke dalam stack. Menu ketiga, “Keluarkan isi stack”, akan menampilkan semua isi stack dan akan mengosongkan stack. Menu keempat, “Kosongkan stack”, akan melakukan pengosongan stack, dan menu kelima, “Keluar”, akan menghentikan eksekusi program (selesai menggunakan program).

Pemrograman(Metode Stack)

Kali ini saya akan menampilkan contoh program yang menggunakan metode stack!!
Berikut adalah contoh programnya:

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <stdlib.h>
#define max 5

typedef struct {
    int top;
    int data[max+1];
}stack;

stack tumpukan;
void createEmpty();
int IsEmpty();
int IsFull();
void push(int x);
void pop();

main(){
    int lagi;
    int input;
    int pilih;
    createEmpty();
    pilih = 0;
    while (pilih != 5){
    menu:system("cls");
        puts("_____________________________________");
        printf("             MENU UTAMA\n");
        //Printf dan Puts memiliki Fungsi yang sama
        puts("_____________________________________");
        puts("1: Cek kondisi Tumpukan");
        puts("2: Tambah data (Pust)");
        puts("3: Keluarkan isi Tumpukan (Pop)");
        puts("4: Kosongkan Tumpukan");
        puts("5: Keluar");
        printf("Pilihan Anda: ");
        scanf("%d",&pilih);
        switch(pilih){
        case 1:
        system("cls");
            if (IsEmpty() == 1)
                puts("Stack masih kosong");
            else if ((IsEmpty() == 0) && (IsFull() == 0))
                puts("Stack sudah terisi (belum penuh)");
            else
                puts("Stack sudah penuh");
            system("pause");
    goto menu;
        break;
        case 2:
        system("cls");
            if (IsFull() == 1)
                puts("Stack Penuh.");
            else
            {
                printf("Masukkan data: ");
                scanf("%d",&input);
                push(input);
                printf("Top baru: %d\n",tumpukan.data[tumpukan.top]);
                printf("IsFull: %d\n",IsFull());
                printf("IsEmpty: %d\n",IsEmpty());
            }
            system("pause");
    goto menu;
        break;
        case 3:
        system("cls");
            printf("Top yang dikeluarkan bernilai: %d \n",tumpukan.data[tumpukan.top]);
            pop();
            system("pause");
    goto menu;
        break;
        case 4:
        system("cls");
            while (IsEmpty() == 0)
            {
                printf("Top yang dikeluarkan bernilai: %d \n",tumpukan.data[tumpukan.top]);
                pop();
            }
            puts("Stack sudah kosong");
            system("pause");
    goto menu;
        break;
        case 5:
        system("cls");
            puts("---Terimakasih---");
            system("pause");
    goto menu;
        break;
        }
    }
   system("pause");
    goto menu;
}

void createEmpty(){
    tumpukan.top = 0;
}

void push(int x){
    tumpukan.top = tumpukan.top + 1;
    tumpukan.data[tumpukan.top] = x;
}

void pop(){
    tumpukan.top = tumpukan.top - 1;
}

int IsEmpty(){
    if (tumpukan.top == 0)
        return 1;
    else
        return 0;
}

int IsFull(){
    if (tumpukan.top == max)
        return 1;
    else
        return 0;
}


Senin, 19 Oktober 2015

Gambar Diagram Korteks Dalam Sistem Travel

Gambar Diagram Korteks Dalam Sistem Travel

Bidang-bidang yang terdapat dalam sebuah perusahaan travel antara lain :
  1. Accounting
  2. Sarana dan Prasarana
  3. Front Office
  4. Human Resource Departement (HRD)
  5. Payroll
Berikut adalam gambar diagram korteks dari masing-masing bidang beserta entitasnya :

1. Accounting



2. Sarana dan Prasarana



3. Front Office



 4. Human Resource Departement (HRD



5. Payroll



ERD Sistem Basis Data dalam Bisnis Travel

ERD Sistem Basis Data dalam Bisnis Travel

Pertama-tama saya akan membahas tentang pengertian bisnis travel. Bisnis travel atau travel agent adalah sebuah tempat atau agen yang memberikan pelayanan berwisata diantaranya adalah pelayanan penjemputan dan akomodasi saat berwisata. Bisnis travel ini biasanya dilakukan secara online untuk mempermuda pendataan customer dan memperbanyak pemilihan tempat wisata

Berikutnya saya akan memberikan daftar entitas-entitas yang ada pada sistem basis data dalam bisnis travel :
  1. Karyawan
  2. Login Karyawan
  3. Bagian
  4. Gaji
  5. Customer
  6. Login Customer
  7. Kebrangkatan
  8. Kendaraan
  9. Pemesanan
  10. Penjemputan
  11. Kabupaten
  12. Objek wisata
  13. Paket Wisata
  14. Detail Paket Wisata
Gambar flowchart sistem basis data dalam bisnis travel

Terdapat hubungan yang terjadi antar entitas disebut "relasi", Dalam suatu entitas terdapat bagian-bagian yang disebut dengan "atribut" dan diantara atribut tersebut pasti terdapat atribut yang memiliki keunikan tersendiri yang disebut "primary key".

Samakah Bahasa Melayu dengan Bahasa Indonesia

Samakah Bahasa Melayu engan Bahasa Indonesia ?

Kali ini saya akan membahas pertanyaan tentang apakah bahasa Indonesia itu sama dengan bahasa Melayu?

Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia tidaklah sama, namun keduanya memiliki kemiripan karena pada dasarnya ke dua bahasa itu berasal dari rumpun bahasa yang sama yaitu bahasa Austronesia. Yang menjadi titik pemisah antara ke dua bahasa tersebut adalah saat terjadinya perjanjian Belanda dengan Inggris tahun 1824 yang dikenal dengan nama Traktaat London. Keduanya sepakat untuk membagi kekuasaan. Baik Belanda dan inggris setuju bahwa Riau-Johor adalah pusat kesusastraan Melayu atau Melayu tinggi. Oleh sebab itu mereka berbagi kekuasaan dengan Riau menjadi milik Belanda dan Johor menjadi milik Inggris. Oleh sebab itu Bahasa Melayu Riau (yang sekarang menjadi bahasa Indonesia) banyak mendapat pengaruh dari bahasa Belanda

Bahasa Indonesia terbentuk dari variasi bahasa Melayu Riau, yang pada tanggal 28 Oktober 1928 diadakan penetapan penggunaan nama Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk menghindari imperialisme bahasa apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.

Berikut adalah perbedaan yang mencolok antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu :

1. Perbedaan ejaan


Pada bahasa Melayu sebelum tahun 1972, bunyi "ca" dieja dengan "ch" dan pada bahasa Indonesia menggunakan "tj". Oleh karena itu perkataan "cap" dieja sebagai "chap" di Semenanjung Malaya dan dieja "tjap" dalam bahasa Indonesia. Setelah "Ejaan Yang Disempurnakan" diperkenalkan pada tahun 1972, ke dua bahasa itu menggunakan ejaan yang sama yaitu "cap"

2. Kata-kata yang berbeda makna


PerkataanBahasa MelayuBahasa Indonesia
bengkellatihanbengkel tempat memperbaiki kendaraan

akta
undang-undangakta kelahiran
baja
bahan untuk menyuburkan tetumbuhan
besi tahan karat

pejabat

tempat kerja

orang yang memiliki kedudukan


Dari pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Dari latar belakang penjajahan asing bisa dikatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan variasi bahasa Melayu yang lebih menyerap bahasa Belanda, sedangkan baha Melayu di Semenanjung Malaya lebih menyerap bahasa Inggris.
  2. Perbedaan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu terletak pada dialek(kosakata) dan makna perkataan dikarenakan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang berbeda.